B

B

Jumat, 25 Desember 2015

God rest ye merry, gentlemen

God rest ye merry, gentlemen
Let nothing you dismay
Remember, Christ, our Saviour
Was born on Christmas day
To save us all from Satan's power
When we were gone astray
O tidings of comfort and joy,
Comfort and joy
O tidings of comfort and joy

From God our Heavenly Father
A blessed Angel came;
And unto certain Shepherds
Brought tidings of the same:
How that in Bethlehem was born
The Son of God by Name.
O tidings of comfort and joy,
Comfort and joy
O tidings of comfort and joy

"Fear not," said the Angel,
"Let nothing you affright,
This day is born a Saviour
Of pure or Virgin bright,
To free all those who trust in Him
From Satan's power and might."
O tidings of comfort and joy,
Comfort and joy
O tidings of comfort and joy

Now to the Lord sing praises,
All you within this place,
And with true love and brotherhood
Each other now embrace;
This holy tide of Christmas
All other doth deface.
O tidings of comfort and joy,
Comfort and joy
O tidings of comfort and joy


Jumat, 11 Desember 2015

COLLEGE STUDENT

Gitu amat sih mukanya? ya ini ceritanya sebelum praktikum histologi. antara serius, tapi nyante. tapi ya serius. tapi nyante hahaha. kegiatan perkuliahan itu jauh beda sama SMA. buat adik adik yang mau ujian nasional tahun ini, pikirkan matang matang, apa yang harus dilakukan selanjutnya. mau kuliah boleh, mau langsung kerja it's okay. 

milih kuliah itu bukan masalah pride, tapi masalah passion, kuliah itu istilahnya pendidikan pro untuk jenjang selanjutnya yaitu profesi. jangan buru- buru milih "dokter" kalau nggak tau kenapa milih pendidikan itu, kalian dianjurkan mengevaluasi kemampuan kalian sebagai pertimbangan dalam memilih pendidikan selanjutnya.

jangan anggap orang lain adalah saingan ketika nanti kalian harus menemui ujian seleksi perguruan tinggi, tapi anggaplah ujian itu sebagai pembuktian kalo kalian layak diterima. istilahnya to prove. seberapa layak sih kalian diterima di perguruan tinggi X atau Y. karena ketika kita menganggap orang lain saingan, justru esensi ujian itu nggak terasa atau salah makna. saya yakin ini yang membuat banyak orang merasa gagal ketika mereka nggak lolos. 

ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, ini lah yang disebut masalah. masalah itu ada penyelesaiannya dan memang kita harus menyelesaikannya atau to solve. kalo menurut saya ketika kita berpikir kita akan gagal disitulah kita berharap untuk gagal. maka kegagalan itu dalam otak saya tidak eksis, it doesn't exist. yang ada adalah 'saya belum berhasil'. coba tanamkan dari sekarang.

ok stop berkata formal wkwk. the point is, gue cuma mau kasih ke adek adek kalo masa depan kalian sudah didepan mata, pick the best for you and the rest of your life, selamat menempuh berbagai ujian yang menyenangkan, MENYENANGKAN wkakaka

Sabtu, 26 September 2015

UNDERESTIMATE



Aku dulu pernah sekolah di SMP Negeri 1 kota Salatiga. Waktu itu bulan Februari tahun 2012. Aku duduk di bangku kelas 9 tepatnya 9B. 9B itu bukan kelas unggulan, siswanya yang bersemayam di kelas tersebut cenderung nyante kalo nerima materi, and so did i. Ceritanya diadakan pelajaran jam ke 0 (nol), dimaksudkan biar siswa kelas 9 lebih siap secara materi dalam menghadapi ujian nasional tingkat SMP. Ada guruku yang namnya Bu Le panjangnya Bu Leeeeeeeeeeeeeeeeeee. Nggak dong. Namanya Bu Laila, ngajar bahasa inggris, makanya di panggi Bu Le, masak Bu Lail? Atau Bu Ila? Kalo Bu Laila kepanjangan. Bu Le. Simpel. Keren. Mudah diingat.

“DONT UNDERESTIMATE EACH OTHER”, tiap kali dia masuk waktu jatah pelajaran jam ke nol dia bilang kayak gitu. “apasih” “ngapain sih ini guru” “maksutnya apa” “nggak ada hubungannya sama materi” “pendidikan karakter bullshit” gumamku sama teman seperjuanganku namanya Io, iya I sama O. Io. Simpel. Keren. Mudah diingat. Aku emang suka menghujat kalo ada statement yang menurutku nggak penting. Kalo kalian juga, berarti kita jodoh dimasa lalu. Kalo sekarang aku ngerti apa maknanya. Maaf, kita nggak jodoh lagi.

Sering kok underestimate itu terjadi. Pelakunya sadar atau nggak sadar, sama aja, dia melakukannya. Aku. Contoh yang bisa digunakan. Underestimate itu udah jadi makanan ku sehari hari, aku melakukannya kalo nggak sadar (aku nggak mungkin sadar ngelakuin karena menilai jelek orang lain itu menurutku nggak begitu penting) dan jadi korban underestimate orang lain.

Di SMA ku yang di Magelang, contoh kasus, waktu itu ada seleksi organisasi yang menurutku nggak fair. Aku emang nggak sekeren teman temanku, aku agak pendiam dengan kondisi yang belum sepenuhnya aku tahu. Jadi aku nggak sok kenal sok dekat sama tim seleksi. Tim itu tim yang bergerak di bidang akademis. Aku nggak terpilih. Aku kecewa. Ini lebay. Tapi kok rasanya aku punya potensi, aku punya komptensi dan aku seorang yang punya passion di bidang itu. Aku nggak terpilih karena aku nggak keren. Fair? Underestimate banget sih. Dalam paradox ku, aku mau bilang, “astaga, kamu nggak tau siapa aku” dan ini agak baper. Bapeeerrrrr wkwk. Tapi pun kalo aku bilang kayak gitu tapi ga ada bukti, sama aja kan aku underestimate dia?. Maka aku cari nilai akademis setiap anggota tim seleksi organisasi terebut. Aku nggak mau sombong ya. Ini cuma bukti kalo kita (aku dan kamu, pembaca blog ini) berharga. BERHARGA (Kamu nggak boleh disepelekan orang lain). Akademisnya ? aku menang, samapta? Aku menang. Kepribadian? Aku menang. Oh boy. You gonna  die assh*le.

Tanggal 17 agustus kemaren, diadakan ospek universitas. Ada segerombolan anak sastra dan budaya. Disuruh baris. Mereka bergumam. Dan aku mencari celah buat membentuk barisan. Mereka? Mendorongku keluar. Perilaku ini menurutku tindakan underestimate loh. Aku agak tersinggung kalo ada orang yang nggak ramah.  Kuangkat tas polo yang tulisannya SMA ku, mereka langsung ngasih tempat dan langsung bilang “oh dari SMA ini ya? Eh nama aku...” SHUT YOUR MOUTH UP. Kunci mulut mu itu.

Pernah bereksperimen?  Siang ini aku melakukan social experiment. Ada orang dari fakultas X, aku ajak kenalan, aku bohong, ngakunya aku dari fakultas sastra dan budaya. Sebatas berkenalan aja, nggak ada lanjutanya dan nggak ditanyain apa apa, diacuhkan, dibuang, dicuekan (bahasa apa ini wkwk). Emang apa salahnya jadi anak sastra dan budaya? Mereka juga bisa kaya, juga berhak punya lingkungan sosial. Dilain waktu, aku memperkenalkan diri sebagai aku yang sekarang, semuanya tampak antusias bertanya bagaimana sekolahku di sekolah ini, di fakultas itu, berteman dengan si ganteng X dan si cantik Y. Ini semua tampak bullshit. Kenapa orang harus memandang rendah orang lain? Kayak dirinya itu berhak memandang rendah orang lain?, dia yang adikuasa?, dia yang digdaya?, dia yang paling cerdas?, dia yang punya kendali atas kehidupan orang  lain?. Itu semua malah tampak tolol kalo orang orang yang suka menjelekan orang bertemu mereka yang lebih di segala aspeknya.

Aku agak senang, dan puas, lihat tim seleksi yang dulu itu sekarang pontang panting nyari perguruan tinggi, bayar bermilyar milyar untuk diterima di universitas ini dan itu. Aku bukan balas dendam ya. Ini sebatas perasaan emosional. Ini seperti menanam biji yang busuk dan tumbuhlah tanaman yang busuk, dan ia yang menuainya, mendapatkan kebusukan pula. Kamu yang suka memandang rendah orang lain akan direndahkan bangsat.

Bu Laila, anda adalah salah satu sokong kehidupan saya. Saya tidak pernah menyesal menerima didikan anda dalam kehidupan saya. Terlebih, saya belajar bagaimana memperlakukan orang lain. Saya sepenuhnya akan berusaha untuk tidak menjelekkan orang lain.

Buat pembaca bloger, kalian berharga, kalian nggak pantas menerima penilaian buruk kalo memang kalian tidak seperti demikian. Buktikan kalo kalian lebih daripada mereka yang menjelekkan anda. Karena setiap individu itu.... ya berharga, aku habis kata kata wkwk aku lagi ngantuk sejujurnya. Bobok? Yuk bareng. Dalam tidur siangmu ini, eh tidur siang kita, aku harap dalam benakmu terbayang kata kata “DONT UNDERESTIMATE EACH OTHER”nya Bu Le.












Today quote? 

“Kamu yang suka memandang rendah orang lain akan direndahkan bangsat”

Pardon my language.



Kamis, 17 September 2015

designer

Affection, the gifted architect
Is making a draft and beautiful design
The options and possibilities
Are endless when we connect and realign
Collections of books and documents
Arise and parade around my cluttered desk
Reworking the math and measurements
Until I'm convinced these plans are picturesque
Like mountains in the Midwest
Reaction creates the columns dark
And wide like the roads around Fort Lauderdale
The structures begin to take their shape
Before I've designed the public monorail
The turnpike and high speed motorway
Connect and enclose the quaint suburban streets
The airport, the broad suspension bridge
The lake and the beach where several rivers meet
Compounded from the spreadsheet

A city sparkles in the night, how can it glow so bright?
The neighborhoods surround the soft florescent light
Designer skyline in my head, abstract and still well read
You went from numbered lines to buildings overhead

Senin, 27 Juli 2015

the thunderstruck

I feel you glowing in the dark, when I collapse into your arms I'm just a stranger in the stars. 'Cause somehow it seems when I am with you that all of my dreams begin to come true and carefully you carry me away
I've never felt so wide awake, 'Cause I'm wonder struck. I love how you take my breath away. I'm thunderstruck. To tell you the truth, I'm so afraid that I'm out of luck

I chase the phantoms down the hall. I felt the floorboards rise and fall. I lost and never loved at all. I find in the days when you're in my dreams, the orchestra plays the prettiest themes and carefully you carry me away
I'm leaving the world behind, fulfill my dreams and my dreams are shattered. I'm over the moon tonight, fulfill my dreams and my dreams are shattered
'Cause somehow it seems when I am with you that all of my dreams begin to come true
And carefully you carry me away

You take my breathe away when I'm with you
Fulfill my dreams and my dreams are shattered
When I look at you, my dreams are shattered





Sabtu, 18 Juli 2015

The Vision


judgement tought

Waktu aku nulis ini kondisinya hari ini hari sabtu malem. penyakit lamaku kambuh. kangen mama papa jovi walaupun mereka sekarang berada tak jauh dari 10 meter, nggak lah cuk, you know me lah sebenernya ada apa.

gini gini

tiap hari aku buka satu aplikasi, tiap 15 menit sekali pasti aplikasi itu muncul tanda bintang, tandanya ada feedback dari orang orang yang aku add atau aku cofirm pertemanannya. sebenernya masalahnya aplikasi itu kan secara adalah media sosial tapi alih alih buat sosialisasi eh malah buat erhm spionase (baca: kepo) kadang apa manfaatnya kepo tu malah tidak dirasakan positif oleh si subjek, kadang malah bikin kzl, bikin mlz, bikin zbl, baper juga sering.

tapi as long as aku spionase si doi tidak demikian. aku sendiri jujur begitu senang mendengar setiap inci sejarah yang dibuatnya. apapun itu. no matter what. kadang doi ngepost lagi happy, lagi sebel, pernah waktu itu doi ngapain ya... lupa gue banyak soalnya wkwk, oya lagi nge quote kata kata bijak dari sodaranya yang berusia 3 tahun.

doi ini tipikal orang yang punya self relief yang demikian hebat. jadi kalo ada problem, pasti doi nyimpen (baca: pendem) sendiri masalahnya, nggak di ceritain orang lain. walau aku bersedia bahkan maksa buat doi cerita, dia tetap keukeuh nggak cerita. doi tipe A. tau banget gue. doi serap semua yang postitif buat fix that problem. kekagumanku memuncak kalo lihat masa depannya dia, walau ini cuma sekedar konsep.

cowok itu yang lagi sama doi yang jelas bukan daddynya atau simbah kakungnya kita sebut dia (jangan si dongo karena terlalu underestimate) si grifin. tipe orang B. tidak mudah bersekongkol, terlalu pasif. rendah visi. tapi tinggi motivasi. punya kumis, punya jenggot, kukunya nggak pernah dipotong, kuku kaki coklat, gigi nggak rata, tapi kulitnya all skin type, ini judge ku, tidak menginterpretasikan kepribadiannya. aku kenal waktu... smp.

paragraf 4 dan 5 sangat kontra ya? jelas lah, itu normal. satunya bidadari satunya biawak wkwk nggak nggak ini hanya bercanda. kadang timbul di pikiran jahatku buat nemuin si griffin, dan we make friend, dan kita hancur leburin si doi berkeping keping, kita lihat apa dia mampu ber self healing wkwkwk. ini agak menyimpang. sebenernya aku sungguh tertarik pada griffin dan bukan sama doi.

bukan homo bukan. bukan ketertarikan seksual. tapi dari cara hidupnya, si griffin punya spesialisasi yang mungkin aku nggk punya, ingat, doi selalu milih, milihnya ini yang kadang aku nge judge seenak jidat tanpa tau alasannya. padahal kalo dilihat apa dibalik itu, wah ini sangat menarik. grifin jelas punya kelebihan, aku juga punya secara sadar, cuman apa kelebihan grifin?

seandainya aku tahu, aku nggak akan kepo segitunya. apa kelebihan grifin mampu menembus ruang dan waktu? sekali lagi ruang dan waktu? ya itu yang paling paling setahun lagi juga kelihatan. seandainya nggak kelihatan, pertama mungkin disembunyikan atau yang kedua aku akuin grifin lolos uji kelaikan standar wkwk.

lolos kelaikan standar ini kriterianya juga ditentukan kedepanya, standar buruk apa standar baik. lu juga mesti sadar, tanggung jawab lu nggak berhenti setelah mendapatkan yang elo penginin. udah banyak gue lihat orang yang begitu memohon mohon tapi setelah dia dapat, dia sia siakan, tipikal standar buruk. semua dalam hidup grifin sepertinya undercontrol. apa kelebihannya yang harus aku pelajari?











listen, if everything undercontrol, then you aren't fast enough.

Jumat, 17 Juli 2015

You must have been kissing a fool

You are far
When I could have been your star
You listened to people
Who scared you to death
And from my heart
Strange that you were strong enough
To even make a start
You'll never find
Peace of mind
Till you listen to your heart
People
You can never change the way they feel
Better let them do just what they will
For they will
If you let them
Steal your heart from you
People
Will always make a lover feel a fool
But you knew I loved you
We could have shown them all
We should have seen love through
Fooled me with the tears in your eyes
Covered me with kisses and lies
So far
But please don't take my heart
You are far
I'm never gonna be your star
I'll pick up the pieces
To mend my heart
Strange that I was wrong enough
To think you'd love me too
You must have been kissing a fool
I said you must have been kissing a fool
But remember this
Every other kiss
That you'll ever give
Long as we both live
When you need the hand of another man
One you really can surrender with
I will wait for you
Like I always do
There's something there
That can't compare with any other
You are far
When I could have been your star
You listened to people
Who scared you to death
And from my heart
Strange that I was wrong enough
To think you'd love me too
You must have been kissing a fool

Senin, 13 Juli 2015

DIRGAHAYU SMA TARUNA NUSANTARA 25 TAHUN


SELAMAT ULANG TAHUN TARUNA NUSANTARA
SELAMAT ULANG TAHUN HELIOS SMA TARUNA NUSANTARA XXIII BATCH

TESTIMONIAL

Uuuuuuuuu gak nyangka bang kamu yang telah mendidikku, menempaku, mengajariku menjadi manusia seutuhnya berusia 25 tahun. Bang... kamu inspirasi ku. Menerima didikanmu sungguh suatu kehormatan bagiku. Bang... 3 tahun bersamamu begitu banyak pelajaran yang bisa kupetik. “dik, jangan bangga dahulu dengan didikan ini, lebih dari itu, dedikasimu kelak yang kami tunggu, buatlah kami bangga” yes! PROUD PROUD PROUD! Bendera merah putih itu yang kamu kibarkan setiap hari pukul 06.00 menunggumu.
Bang, aku adikmu sebulan ini begitu banyak gejolak. Adik Cuma pengen tepatin janji yang abang selalu wanti wanti waktu apel, waktu push up siang siang, waktu lari trek siang siang pula, juga waktu berbagai tes pleton itu. Sungguh...

Pagi, Sabtu 14 Juli
Kau telah membuka tabir prasasti
Kami bertekad berprestasi tinggi
Wujudkan amanat prasasti

Galang potensi kekuatan
Redam segala kelemahan
Manfaatkan peluang, atasi tantangan
Belajar dan berjuang mandiri, mencari tahu
Untuk masa depan nusa bangsa dan negara

Kami bertekad, bertekad kan lebih baik lagi
Kami bertekad, berprestasi lebih tinggi lagi
Dengan rahmat-Mu kami pantang menyerah
Kami bertekad wujudkan amanat prasasti.

Ijinkan kami terus berupaya memberikan karya terbaik kami dimanapun berada bang, di bidang apapun kami berjuang, untuk terus bersinergi dan bersilaturahmi dalam keluarga besar Taruna Nusantara, yang dipersembahkan untuk masa depan bangsa dan negara.



Dirgahayu SMA Taruna Nusantara
14 Juli 1990 - 14 Juli 2015









There is nothing noble in being superior to your fellow man; true nobility is being superior to your former self.

Manners maketh man.