B

B

Selasa, 21 Juli 2020

Senin, 13 Juli 2020

Sampai terbukti benar adanya


My project consists of the evolution of life, and thus I need to ...
8 tahun lalu seorang remaja muda berusia 14 tahun berangan angan kelak ia akan menggenggam dunia. Dan semua itu hanya untuk membuat kagum satu wanita. Naif dan terbutakan oleh ambisi yang ia sadari akan membuatnya tenggelam dalam lautan keputus asaan karena kagum saja tidak cukup membuat seorang wanita jatuh hati kepada seorang pria. Apalagi jika pria itu masih remaja dan memang tidak menarik secara kepribadian maupun seksual. remaja itu masih kurang berpengalaman mengarungi lautan cinta. Ia hanya berpikir dengan harta dan tahta yang saat ini belum dimilikinya, maka ia akan mendapatkan wanita.

Pernyataan itu memang tidak terbantahkan. Namun, 8 tahun setelahnya ia jatuh hati pada seorang wanita, namun bukan wanita yang sejak pertama ia dambakan. Entah mengapa wanita ini sungguh telah membuatnya luluh. Perahu yang mengarungi lautan ganas kini ingin berlabuh dan menurunkan jangkar. Keduanya telah menetapkan janji yang suci disaksikan oleh lelembut dan satu dua malaikat yang saat itu kebetulan lewat di gubuk kecil tempat mereka menjalin untaian kasih. Semua makhluk yang mendengar janji suci itu meneteskan air mata terharu, bak menonton drama romeo dan Juliet. Cinta yang murni tanpa memandang materi duniawi. Setidaknya begitulah yang dianggap remaja itu yang kini telah beranjak dewasa. Ia mulai melupakan wanita yang sejak awal menjadi targetnya yang  menuntut harta dan tahta, dan kini teralih kepada wanita yang hanya merajuk akan ketulusan cinta.

Namun tak lama setelah itu, wanita yang kini menjadi kekasih jiwa nya pergi meninggalkannya. Ia benar benar kecewa. Marah. Membenci omong kosong yang dahulu mereka anggap janji suci. Demi harta dan tahtanya, ia tidak memiliki semua itu, dan tiba tiba seorang wanita yang mau menerimanya namun pergi sekejap mata. Ternyata memang benar masalahnya adalah harta dan tahta. Tidak, wanita ini tidak mempermasalahkan apa yang remaja ini punya, atau status yang melekat padanya, tapi mungkin keluarganya, mungkin adiknya, mungkin adik lainnya, atau mungkin orang tuanya. Ia tidak peduli dengan semua itu. baginya kini ia telah dikhianati cinta. Tidak ada ketulusan cinta didunia ini, dan meskipun telah dimilikinya hanya barang sejenak, cinta itu selalu dicabut paksa oleh makhluk jahanam yang mendukung kejahatan.

Demi apapun juga dan kenaifannya, Suatu hari nanti ia akan menggenggam dunia. Memperoleh yang selama ini menjadi impiannya. Ia mengatakan semua itu juga pada lelembut dan malaikat. Dan suatu saat, wanita yang bersanding dengannya tidak perlu menghiraukan harta maupun tahtanya.  Sampai itu terbukti benar adanya.

Minggu, 12 Juli 2020

Sebuah Kisah


8 Info Burung Jalak Bali mulai Habitat, Kelamin, Makanan, dan ...

Hari itu aku menemukan seekor burung. Ia datang menghampiriku, terlihat lemas dan sayapnya patah. Ia tidak mampu untuk terbang bahkan berjalan dengan kedua kaki mungilnya. Bulu yang putih berselimutkan debu jalan membuatnya terlihat sangat kusam dan lusuh nyaris tak terawat. Sesekali lekukan tulangnya nampak dibalik dagingnya yang kurus, memperlihatkan betapa rapuhnya ia sekarang. Aku tak tahu makhluk apa yang barusan menyerangnya. Yang jelas ada bekas luka tajam yang kini menyebabkannya tak bisa menggunakan sayapnya untuk terbang.

Aku dekati burung itu dan ia tampak begitu pasrah. Ia hanya menunggu ajalnya tiba, atau jika beruntung aku akan membawanya kerumah. Paling tidak memberikan ia perlindungan dari predator lain yang ingin memangsanya. Tapi apa untungnya bagiku? Toh burung ini tidak melakukan kebaikan pun kejahatan yang berdampak bagi hidupku. Tapi atas dasar perasaan kasihan, kujamah burung itu dan membawanya pulang kerumah. Kubersihkan luka yang ada di tubuhnya dan kuperban luka itu. Kini ia lahap memakan nasi yang sengaja kusisakan untuknya setelah makan malamku. Aku nyaris tak percaya aku berbagi makanan dengan binatang, bahkan untuk memberi sedekah untuk bekal mengumpulkan pahala aku tak mampu, dan bukan karena aku tak mau. Belas kasihan telah mengalahkan segalanya.

Satu bulan dan aku telah membagi setengah porsi makanku untuknya. Tak heran kini malah gantian tulangku yang menyembul dari balik dagingku. Burung itu kini semakin sehat. Dagingnya mulai kurasakan menebal. Ia bahkan sudah mulai mondar mandir di rumah ku yang hanya sepetak. Walau belum bisa terbang, aku senang ia mulai bertingkah dengan menjatuhkan benda benda diatas meja dengan sayapnya yang ia latih sendiri. Setidaknya ada suara dalam rumahku yang terbiasa mendengar kesunyian. Suasana rumah kini semakin semarak dengan kehadiran burung itu. Kesepianku terusik dengan suara suara yang keluar dari paruhnya. Ia mulai berani berkomunikasi denganku walau kami tidak menggunakan Bahasa yang sama.

Sejak ia mulai bisa mengeluarkan suara, ia selalu membangunkanku pagi pagi sekali. Tentu aku merasa terganggu karena bangun sepagi itu bukanlah kebiasaanku. Namun hari demi hari aku mulai terbiasa bangun pagi dan terbiasa mendengarkan burung itu berkokok di pagi hari. Sebuah anomali yang tak bisa kujelaskan mengapa burung itu dapat menjelma menjadi ayam dan alarm. Dipagi hari aku mulai mengatur segalanya untuk hari itu karena untuk kembali tidur dan bermalas malasan rasanya mustahil. Burung itu telah menghilangkan kemalasanku. Ketika sang malas menghilang, semua menjadi teratur, pekerjaan selesai tepat waktu, upah cepat datang, dan porsi makanku menjadi lebih banyak.

Suatu hari ditengah pasar yang sibuk. Aku berbelanja di temani burung yang setia menemaniku. Ia kubawa tanpa kandang dan hanya kutenggerkan di bahuku. Sejauh ini ia tidak terlihat bisa terbang. Namun sebenarnya aku takut ketika ia sudah bisa menggunakan sayapnya, ia akan pergi meninggalkanku. tapi itu tidak ia lakukan walau aku tahu sayapnya kini sudah sembuh dan bisa dikepakkan. Sesekali ia mengepakkan sayapnya itu untuk menyeimbangkan tubuh, dan itu membuat takjub semua orang dipasar. Seseorang memberitahuku bahwa burung ini adalah burung langka, jumlahnya hanya sedikit dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Mereka heran bagaimana seseorang seperti aku bisa mendapatkan  burung langka ini dan bahkan ada yang menawar dengan harga yang setidaknya mampu membeli sepuluh kali harga sepetak tanahku. Aku terkejut, namun demi apapun burung yang sudah memecah kesunyian hidupku ini tidak akan kujual untuk berapapun harga yang ditawarkan.

Suatu ketika saat aku pulang bekerja, aku sengaja tidak membuat suara untuk mengetahui apa yang diperbuat burung itu selagi aku tidak ada dirumah. Ia tampak terkejut melihatku mendapati  dirinya terbang. Tentu aku senang. Tidak sia sia perawatan yang kuberikan. Namun perasaan itu muncul lagi, sebagaimana kesunyian itu mulai menyelinap. Dan benar saja, ia pergi meninggalkanku begitu saja. Bulunya sedikit berhamburan ketika meninggalkan rumahku. Kesendirian yang menghantui kini kembali menampakkan dirinya  di relung hatiku. Kicauan burung itu kurindukan sepanjang hayat. Disaat yang sama aku selalu berpikir bagaimana bila ada seseorang dari pasar yang memburunya, dan dijual untuk harga yang tinggi untuk kepentingan pribadinya. Namun aku tidak menyesali berapa banyak duit yang harusnya kudapatkan untuk menjual burung itu, karena ia telah membayar hutang budi dengan mengisi hidupku yang menyedihkan ini.

Semoga burung itu baik baik saja sekarang. Dan apabila ia telah menemukan tuan yang baru, demi apapun juga, akan ku bunuh apabila berani menyakiti burung itu.

Dan kini sepi dan perih kutanggung karena yang datang pergi menghilang. Tetapi aku belajar satu hal, ia datang sebagai tamu seharusnya kuberikan kopi dan bukan cinta.


Jeovan Setyawan, 2020

Kamis, 09 April 2020

I would give up everything
Before I'd separate myself from you
After so much suffering
I finally found unvarnished truth
I was all by myself for the longest time
So cold inside
And the hurt from the heartache would not subside
I felt like dying
Until you saved my life
Thank God I found you 
I was lost without you
My every wish and every dream
Somehow became reality
When you brought the sunlight
Completed my whole life
I'm overwhelmed with gratitude
'Cause baby I'm so thankful I found you
I will give you everything 
There's nothing in this world I wouldn't do 
To ensure your happiness
I'll cherish every part of you
'Cause without you beside me I can't survive
Don't wanna try (
If you keeping me warm each and every night
I'll be alright
'Cause I need you in my life
Thank God I found you 
I was lost without you 
My every wish and every dream 
Somehow became reality
When you brought the sunlight 
Completed my whole life 
I'm overwhelmed with gratitude 
'Cause baby I'm so thankful I found you
See I was so desolate before you came to me
Looking back 
I guess it shows that we were destined
To shine over the rain to appreciate
The gift of what we have
And I'd go through it all over again
To be able to feel
This way 
Oh, thank God I found you 
I was lost without you 
My every wish and every dream 
Somehow became reality
When you brought the sunlight 
Completed my whole life 
I'm overwhelmed with gratitude
See baby I'm so thankful I found you
Oh, thank God I found you
I was lost without you
I'm overwhelmed with gratitude 
My baby I'm so thankful I found
You, you
I'm overwhelmed with gratitude
My baby I'm so thankful I found 
You

Sabtu, 02 Juni 2018

If it kills me

Hello, tell me you know
Yeah, you figured me out
Something gave it away
And it would be such a beautiful moment
To see the look on your face
To know that I know that you know now
And baby that's a case of my wishful thinking
You know nothing
Cause you and I
Why, we go carrying on for hours, on and
We get along much better
Than you and your boyfriend
Well all I really wanna do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through
And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me
If it kills me
Well how long, can I go on like this,
Wishing to kiss you,
Before I rightly explode?
This double life I lead isn't healthy for me
In fact it makes me nervous
If I get caught I could be risking it all
Baby there's a lot that I miss
In case I'm wrong
Well all I really wanna do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through
And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me
If it kills me
If I should be so bold
I'd ask you to hold my heart in your hand
Tell you from the start how I've longed to be your man
But I never said a word
I guess I'm gonna miss my chance again
Well all I really wanna do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can't say it after all we've been through
And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me
If it kills me
If it kills me
I think it might kill me
And all I really want from you is to feel me
It's a feeling inside that keeps building
And I will find a way to you if it kills me
If it kills me
If it kills me
It might kill me

Kamis, 31 Mei 2018

menemani mu dipelaminan

kadang susah aja menerima kenyataan kalo misalnya orang yang kita kagumi itu emang tidak selalu menjadi pasangan kita. mungkin itu lah kenapa kita kagum sama orang, ya karena mereka ada lebihnya buat kita, sementara kita belum tentu ada lebihnya buat orang yang kita kagumi tersebut.



mungkin ini alasannya orang yang kita kagumi itu ada.



yaitu supaya, kita mau berusaha menjadi lebih baik. agar suatu saat kita layak bersanding dengan dia.




ini aku, aku mau menjadi lebih baik. supaya nanti aku dilayakkan menemanimu dipelaminan.





wkwkwkw. ssssh serius.

yeah bae


Kamis, 10 Agustus 2017

WEAKNESS DISGUSTS ME



Hai
Gue lagi abis ujian OSCE. OSCE itu kalo prof bacanya: osci/oscy/oscay (wtf wkwk) adalah singkatan dari Objective Structured Clinical Examination, semacam ujian keterampilan klinis (kayak ujian praktik) yang terstruktur dan dinilai secara objektif (pake list), biasanya ujian ini diadakan oleh instansi berbasis ilmu kesehatan, tujuannya biar nanti kalo ketemu pasien, ilmu yang kita dapet yang berupa teori itu bisa dipraktikkan. Nah,  Gue agak tegang gitu nunggu hasilnya.

Kenapa gue tegang?

Sebenernya bukan Cuma ujian OSCE aja gue was was nungguin hasilnya, mau ulangan, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian nasional, ujian praktik, waktu SD lah, SMP, SMA, bahkan sampe kuliah pun jantung gue berdebar hampir 100x/menit. Padahal ujiannya udah terjadi dan kebanyakan orang pasti udah santai santai kalo udah ngelewatin ujian. Ini abnormal banget geng.

Gue ngaku.

Dari sejak SD itu gue menyimpan sifat perfeksionis. Jadi pikiran gue selalu diganggu dengan kata kata “kalo gak dapet nilai sekian, maka...” dilain pihak emang ada untungnya punya sifat perfeksionis, yaitu nggak mudah puas dan mendorong kita untuk terus berbenah diri, tapi kadang perasaan gue sampe segitunya jadi kadang sampe perut gue sakit (dugaan gue mungkin karena jantung berdebar debar, ditambah rasa cemas, jadi ada impuls ke otak yang bilang ada stressor (tekanan), jadi usus kontraksi dan ngehasilin gerakan yang tujuannya ngatasi sel sel/ hormon stress (mungkin kortisol)), trus susah bobok, ngalamun, sampe kadang gampang banget flu atau paling parah batuk, pokoknya tubuh gue jadi vulnerable banget dan potensial jadi sakit (yang nggak parah, tapi ngganggu dan nggak perlu)

Kadang gue nyalahin tubuh gue, secara gara gara perasaan perfeksionis itu mengakibatkan perasaan perfeksionis yang lebih parah. Gue nyalahin tubuh gue karena gara gara nugguin nilai aja dia gampang benget sakit, kan hal yang nggak perlu kan, iya gasih. Itu hal terlemah yang paling gue benci, pake sakit sakit segala. Padahal gue sering olahraga, ngga ngerokok, ngga alkohol, gue pengen tubuh gue ni perfect gitu, tapi kenyataannya sakit itu merupakan keniscayaan (wkwk bahasa!) pasti terjadi.

Nah sepulang ujian OSCE ini kebetulan perut gue sakit banget, nggak kebelet enggak, kemarennya gue makan makanan sehat dan selalu sehat, yaitu, oatmeal di pagi hari, nasi veggie nya Loving Hut disiang hari, trus malemnya makan nasi campur sebelah kos dan menurut gue nggak ada yang salah. Sindrom nih. Sindrom kalo abis ujian. Trus gue jalan ke parkiran, ketemu bapak bapak di depan instalasi DVI Forensik, bapak itu lagi duduk duduk, dia ngelihatin gua. Gua balik lihatin dia sambil meringis, mau senyum tapi perut gua sakit banget. Si bapak nyeletuk “dokter kok jalan kaki dok?, lagi sakit ya kok pucet?” anjir pak! Niat gua sama sekali nggak pengen ngomong sama siapa siapa karena sakit di abdomen gua udah kaya anjing, lu pake basa basi segala! “ehehe, iya pak jalan kaki, mari pak” gua singkat! Kesel juga emang dokter kaga boleh sakit apa? Orang kerjaannya kepapar penyakit.

Nah

Tapi BTW perhatian banget lau sama guwe. Pacar aja kagak pernah sebegitu care qwqwq canda!. Gua dari nyalahin tubuh sampe nyalahin Tuhan. Aduh Tuhan kenapa sih manusia itu tercipta begitu lemah. Basically kita salah satu makhluk hidup yang terlahir dengan fisik paling lemah diantara banyak hewan dan tumbuhan. Gue pernah bayangin kalo manusia ini otaknya kagak encer, begitu dilepas di alam liar udah punah dari ratusan atau bahkan jutaan taun lalu anjir! Begitu lemah!.

Sebenernya gue pengen banget ngambil jurusan BIOMEDICINE, nyiptain tubuh manusia yang lebih unggul dari ras manusia yang sekarang. Kalo gue liat pasien di Rumah Sakit Sanglah itu bro, jumlahnya nggak karuan banyaknya, tiap menit ada aja yang dateng, bisa dikatakan itu bukan lagi Rumah sakit, mungkin udah jadi bangsal orang sakit, karena begitu banyaknya orang sakit disana. Manusia gampang banget sakit. Sel nya Gampang mutasi. Pasien kanker udah merebak seiring perkembangan teknologi. Khayalan gue adalah bikin manusia yang gen nya nggak mudah mutasi, tulangnya serat karbon biar kaga mudah patah, pembuluh darahnya dari kevlar biar nggak mudah bocor, kulit yang anti penuaan dini dan hal hal yang mungkin mustahil yang bisa jadiin kita kayak superman.

Mustahil sekali kan  dengernya. Tapi serius gue pengen kita bukan jadi manusia yang lemah. Dan gue pun semakin menghina ciptaan Tuhan. Padahal kalo kita lihat dari sisi lain, dengan fisik lemah ini, sapa dominator bumi? Bukannya manusia ya? Berarti kan kita makhluk paling kuat di dunia ini. hewan lain boleh nggak gampang kanker, nggak gampang lecet kulitnya, nggak gampang patah tulangnya, tapi siapa yang dikasih mandat Tuhan buat ngatur bumi? Itu adalah kita manusia yang menurut gue paling vulnerable.

Dari sudut pandang ini mungkin gue harus berhenti perfeksionis. Berhenti mengeluh tentang lemahnya tubuh manusia. Karena sebenernya kita punya otak yang lebih kuat dari fisik. Mungkin Tuhan emang nyiptain gen yang mudah mutasi biar bisa adaptasi, biar bisa evolusi? Mungkin! Nggak ada yang nyangka.

Menurut gue, seandainya beneran manusia pertama itu awalnya berkulit gelap, mata coklat, rambut hitam dan berasal dari benua afrika, maka bule/ ras kaukasian yang kita kenal selama ini mungkin hasil evolusi dari manusia pertama. Kenapa? Lihat, ras kaukasia itu kita temukan di agak utara bumi (benua Eropa misalnya) punya kulit putih soalnya? Bagian utara bumi merupakan daerah yang rendah cahaya matahari, jadinya? Pigmen kulit nya nggak banyak, karena? Cahaya yang diserap dikit. Trus berdasarkan penelitian (coba nanti googling/ crosscheck) ternyata mata birunya bule itu hasil mutasi dari gen OCA2, mungkin matanya sengaja dibikin biru atau hijau terang biar bisa nangkep banyak sinar. Semakin menguatkan kalo ras bule itu adalah hasil adaptasi manusia pertama yang hijrah ke eropa. Still, masih perdebatan sih.


Tapi tetep gue punya ambisi bikin manusia super. Gue masih kesel kenapa perut gue sakit setelah OSCE itu wkwkw. terus Gue akan selalu menempatkan kesehatan pada posisi yang layak dipertimbangakan dalam aktivitas apapun. Saran buat pembaca, tolong seimbangkan aktivitas fisik (kayak olahraga) sama asupan makanan, makan yang sehat, hindari alkohol, jangan merokok, kurangi stress, karena gua yang ngikutin pola hidup sehat aja masih bisa sakit perut wkkwkw. 
Hey healthy for wealthy right?

Rabu, 12 Juli 2017

PURSUING MY TRUE SELF : RE-POSTING

We are living our lives
Abound with so much information
Come on, let go of the remote
Don't you know you're letting all the junk flood in
I try to stop the flow, double-clicking on the go
But it's no use, hey I'm being consumed

Loading... Loading... Loading...
Quickly reaching maximum capacity
Warning... Warning... Warning...
Gonna short-circuit my identity

Get up on your feet, tear down the walls
Catch a glimpse of the hollow world
Snooping 'round town will get you nowhere
You're locked up in your mind

We're all trapped in a maze of relationships
Life goes on with or without you
I swim in the sea of the unconscious
I search for your heart, pursuing my true self


PANTANG PANTANGAN TANTANGAN!


PANTANG PANTANGAN TANTANGAN!

Sore hari itu hari Jumat tanggal 7 Juni 2017, sepulang kampus gua kondisi badan cuapek banget, kaga tau kenapa, padahal dikampus ya Cuma duduk duduk doang, nggak ada aktivitas fisik yang berarti, nggak ada penggunaan muscle muscle trisep bisep gua yang memerlukan banyak ATP (WKWKW), tapi kelelahan gua ini mungkin karena otak gua yang sedikit diperes sepanjang materi perkuliahan. Makanya, sepulang kuliah ini gue rasanya pengen rebahan dikasur yang notabene udah gua bersihin sebersih bersihnya sampe ngga ada satupun mikropartikel debu, pasti enak banget rasanya. Sumpah sange (nafsu- RED bagi lu yang alim!) banget sama kasur.

TAPI

Ditengah perjalanan untuk membuka pintu kunci kos, langkah gua terhalang oleh keberadaan lap pel beserta tetek bengek alat kebersihan (ember, sabun pembersih lantai, sikat, sapu) di depan kos gua. Anjir lah pikir gua. Muncul lah sesosok bli kos. Orang yang senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, dan kerapihan kos gua. Dia bukan pemilik kos, melainkan orang yang dimandatkan pemilik kos untuk menjaga kos dengan imbalan gaji PLUS tempat tinggal didalam kos gue pula. Pekerjaannya? Simpel, ya Cuma beres beresk kos! Soalnya keamanannya nggak usah dikerjain lagi toh kan dia merangkap satpam dengan tinggal didalam kos. Gampang, santai, dapet duit.

Gampang, santai, dapet duit.

Kriteria Pekerjaan yang semua orang idamkan ternyata salah satunya adalah menjadi bli kos (tidak bermaksud mendiskreditkan pekerjaan ini, karena gua butuh juga bli kos! wkwk). Bli kos menyapa gua. Gua balik nyapa dia. Gua basa basi “loh bli weekend kok nggak liburan?” (padahal pertanyaan ini sebenernya sama aja gua nanya gua sendiri “kenapa gua ga liburan juga waktu weekend?”). nggak nyangka banget gue dicuekin selama ±10 detik, gua kira dia ngga denger, tapi raut mukanya berubah menjadi menciut kedepan (maksud gua, garis garis mukanya di arahkan kemulutnya, jadi kayak bebek, monyong, tapi sama sekali nggak cute duck face macam artis korea) tanda bahwa ia pengen ngejawab pertanyaan gua tapi antara ragu mau ngeluarin sesuatu dan mikir mau ngeluarin pemikiran apa. Gua corongin telinga kanan gua (menurut buku psikologi, kalo kita udah nyorongin telinga, kita siap mendengarkan apapun dari lawan bicara kita dengan saksama!). dia buka mulut tapi yang gua denger malah lenguhan. NGAPAIN SIH LO! JAWAB PERTANYAAN GUA AJA UDAH KAYA DRAMA DESCENDENT OF THE SUN!

Lalu.

“yehh gimana Jo (nama kesayangan gua di kos gua), banyak gawe, banyak anak juga” jadi, bli kos ini sebenernya punya 2 anak. Satu yang paling besar kelas TK, satu lagi adeknya yang baru lahir 6 bulan jadi masih bayi. Dalam otak Gua, gua langsung WORD ON THE POINT “BANYAK GAWE”, what the hell i just heard? Lalu gua yang tiap hari pulang jam 9 malem ni plus belum belajar untuk ujian besok senin dikata apa sama dia yang tiap hari Cuma nongkrong indekos? (bukan mendiskreditkan pekerjaan ini lagi!). gua langsung balik nyamber pernyataan dia, tapi baru sampe di lidah udah kembali lagi ke otak, gua mikir keras “mungkin emang punya anak itu berat, secara kan gua belum menghasilkan buah hati, jadi gua ga berani nyalahin, mungkin kalo punya anak, lu emang mesti berikan tenaga yang lebih dari ATP yang digunakan otot bisep trisep lu!” itu yang gua pertimbangin sebelum respon the statement. lalu Gua Cuma bilang “oh hehe (sok ngerti kondisi) iya bli hehe, semangat bli!!! (gaya cheerleaders)”. Raut mukanya dari bete berubah menjadi bete abis.

Didalam kos.

Buka sepatu, buka kaos kaki, lempar tas, buka jam tangan, buka kemeja, buka celana, jalan jalan bentar sambil telanjang, gaya bentar di cermin, buka hape ngecek line (masih telanjang), pake celana rumah, baru pake baju rumah, REBAH DIKASUR. KENIKMATAN DUNIAWI SETARA ORGASME!. Setelah itu gua mikir bentar, gua selalu memposisi kan diri gua sebagai orang lain ketika gua mau nge judge orang tersebut.

Kalau.

Kalau gua jadi bli kos, gua akan memepertimbangkan punya anak dengan keadaan finansial gua kan? Jadi kalo gua akhirnya punya anak, bukannya anak itu merupakan hasil dari keinginan dan pertimbangan gua?  Kalo anak gua lahir, gua akan SENANG karena DIA ADALAH HASIL DARI KEINIGINAN DAN PERTIMBANGAN GUA. Tapi guys, tau ga sih sebenernya kita (termasuk gue juga artinya) punya pola pemikiran yang hampir mirip dengan bli kos?. Mungkin ada seseuatu yang kita inginkan, kita harapkan, kita doakan dan kita cita- citakan, tapi setelah itu tercapai, kita malah bersungut sungut, nggak bersyukur, dan malah cenderung nyalahin kondisi.

Misalnya.

Gue langsung lihat ke cermin kehidupan (ANJER) tiap di kampus gua pengen cepet cepet pulang supaya bisa menikmati kenikmatan duniawi setara orgasme, yaitu rebahan dikasur, gua selalu pengen pulang cepet, pengen kuliah segera saja lah berakhir, kadang gue mengeluh, anjir kok capek banget sih, belum belajar untuk besok senin lagi!, gue pengen libur!

Padahal.

Padahal ini yang gua cita- citakan dari sejak SD! Dari SD niat gue emang mau kuliah, gue terinspirasi sama Tuhan gue yang suka nyembuh nyembuhin orang (bukan cilla ya!), tiap ada waktu gue minta sama Tuhan kalo gue diizinkan untuk belajar kedokteran, eh sekarang gua udah dapat itu tapi kadang masih aja ngeluh. Gua berasa berkhianat pada gua di masa lalu. Kalo misalnya gua bisa ketemu dengan gue yang masih kecil, mungkin anak kecil itu udah lama nggampar gua tiap gua ngeluh.

Ini guys, seorang bli kos, seseorang yang nggak pernah gua harapkan untuk mengajar arti bersyukur, eh malah dia yang nggampar ke khilafan gua, mungkin dia adalah diri gua dimasa lalu menjelma sebagai bli kos? Bisa jadi. Kadang kita emang nggak pernah merasa puas, kita selalu menuntut kehidupan yang ena ena aja, gua akuin Tuhan tu baiknya nggak ketulungan, ngasih hidup yang ena, tapi dikasih hidup ena pun kita kadang masih ngeluh ngeluhan sama Tuhan.

But remember the old day, when you wish something you want. Hari ini gue akan selalu mengingat segimana gue pengen kehidupan gue yang sekarang waktu dimasalalu. Gue nggak nyesel, gue bersyukur karena gue dapet apa yang gue mau. Setiap rintangan merupakan sebuah tantangan untuk mencapai mimpi kita, dan KITA AKAN SELALU BERJUANG DAN TERUS BERJUANG KARENA ITU KEINGINAN KITA.



yaw man!








                  Regards
JEOVAN FILLANDRO